Amien Rais Dituding Termakan Hoaks! Qodari Bongkar Fakta Video Viral Teddy

BICARA POLITIK – Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi pernyataan Amien Rais yang sebelumnya menuding Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki perilaku amoral. (04/05/26)
Pernyataan Amien Rais tersebut diketahui disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya dan sempat menjadi perhatian luas hingga viral di media sosial.
Qodari mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap mantan Ketua MPR RI itu karena dinilai telah menjadi korban informasi tidak benar atau hoaks terkait isu tersebut.
“Perihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai Profesor doktor telah menjadi korban hoax,” kata Qodari dalam pernyataannya, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
“Kenapa korban dari hoax, karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab Letkol Teddy adalah gay itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul ‘Aku Bukan Teddy’ yang dianggap oleh Pak Amien Rais,” lanjutnya.
Baca juga : Pemkab Purwakarta Dukung Program PSEL, Sampah Diolah Jadi Listrik di Sarimukti
Qodari: Tokoh Senior Bisa Terjebak Hoaks
Lebih lanjut, Qodari menyoroti video yang memperlihatkan Amien Rais merespons rekaman perayaan ulang tahun Seskab Teddy di Paris pada 14 April 2026 yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial.
“Yang menyanyi itu adalah Ibu Titie, padahal kalau kita tonton video lagu aku bukan Teddy itu jelas, satu yang nyanyi bukan Bu Titie,” bebernya.
“Kedua gambar Bu Titie di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungan dengan lagu,” jelas Qodari.
Ia menilai peristiwa ini menjadi peringatan penting terkait maraknya penyebaran hoaks di era digital.
Menurut Qodari, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memungkinkan manipulasi konten yang semakin sulit dibedakan dengan fakta.
Baca juga : Dorong Rusun Pekerja di Kawasan Industri, Pemerintah Targetkan Efisiensi Transportasi dan Energi
“Ini menjadi alarm bahaya hoaks di era AI. Bahkan tokoh senior sekalipun bisa terjebak jika tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh,” tandasnya.












