Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Internasional

TNI ke Gaza? Misi Perdamaian atau Masuk Zona Perang Baru yang Penuh Risiko?

RedaksiBy RedaksiFebruari 25, 2026

Bicara Politik – Dilansir dari bbc.com (25/02/26), Rencana pelibatan tentara Indonesia dalam proyek Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Gaza memunculkan perdebatan di dalam negeri.

Di satu sisi, Indonesia memiliki rekam jejak panjang selama lebih dari 70 tahun dalam mengirim pasukan penjaga perdamaian PBB ke berbagai wilayah konflik di Afrika, Asia, hingga Eropa.

Namun di sisi lain, misi di Gaza dinilai memiliki karakter dan risiko yang berbeda.

Indonesia dijadwalkan menjadi satu dari lima negara yang mengirim pasukan untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, bersama Kosovo, Kazakhstan, Albania, dan Maroko.

Dari negara-negara tersebut, hanya Maroko yang memiliki pengalaman dalam kontingen penjaga perdamaian PBB, meski kontribusi pasukannya tidak sebesar Indonesia yang termasuk 10 besar penyumbang personel misi perdamaian di bawah Dewan Keamanan PBB.

Berbeda dengan misi penjaga perdamaian PBB, ISF tidak berada di bawah komando Dewan Keamanan PBB, melainkan di bawah Board of Peace.

Meski demikian, Dewan Keamanan PBB dalam sidang 17 November 2025 menyatakan dukungan terhadap Board of Peace dan memberikan hak kepada negara anggota, termasuk Indonesia, untuk bergabung dalam ISF.

Mengacu pada Resolusi DK PBB Nomor 2803, negara-negara pengirim pasukan ISF akan bekerja sama serta berkonsultasi secara intensif dengan Israel dan Mesir.

Di Gaza, pasukan ISF memiliki enam mandat utama, antara lain menjaga keamanan wilayah perbatasan, melindungi warga sipil, melatih calon polisi Palestina, mengamankan koridor kemanusiaan untuk distribusi bantuan, hingga menjalankan tugas tambahan sesuai kebutuhan Board of Peace.

Salah satu mandat yang paling sensitif adalah keterlibatan dalam proses demiliterisasi Gaza, termasuk penghancuran infrastruktur militer serta pelucutan senjata Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tanpa demiliterisasi Hamas, proyek rekonstruksi Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump dan didukung anggota Board of Peace tidak akan berjalan.

Pakar pertahanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai tugas penghancuran terowongan bawah tanah Hamas berpotensi menjadi risiko terbesar bagi TNI.

Operasi tersebut bisa memicu perang kota yang kompleks dan membahayakan keselamatan pasukan.

Selain risiko pertempuran langsung, Muradi juga menyoroti potensi hilangnya posisi netral Indonesia apabila terlibat dalam demiliterisasi Hamas.

Menurutnya, hal tersebut dapat bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.

Selama ini, militer Israel (IDF) telah berupaya menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah Hamas yang disebut menjadi bagian penting strategi tempur kelompok tersebut.

Sejumlah laporan media internasional, termasuk BBC dan Reuters, pernah mendokumentasikan keberadaan dan fungsi terowongan tersebut.

Kondisi inilah yang membuat misi ISF di Gaza dipandang berbeda dari misi penjaga perdamaian konvensional yang selama ini diikuti Indonesia, sekaligus memicu perdebatan mengenai risiko dan implikasi politiknya.

amerika AS Board of Peace gaza Indonesia israel militer Palestina rafah timur tengah
Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

Merebut Kembali Ruang Keputusan Indonesia di Abad ke-21

Agustus 5, 2026

Bupati Purwakarta Om Zein Klarifikasi Lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ yang Viral di Medsos: Itu Cerita tentang Diri Saya

Juli 1, 2026

Membaca krisis eksistensial di era digital dalam kacamata Søren Kierkegaard

Juni 24, 2026

DPP PPP Resmi Tetapkan Habib Salim Syueb sebagai Ketua DPC PPP Purwakarta

Juni 2, 2026

Gaya Hidup Sehat Ala Om Zein: Ajak Seklur Purwakarta Jalan Pagi dan Gaungkan Gerakan ‘Rebo Ngumum’

Mei 23, 2026

Momen Langka! Harmonisasi Om Zein dan Maula Akbar di Hajat Lembur Linggamukti Banjir Pujian Warganet

Mei 22, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Satu Tahun Lagoon Linggarjati! Wisata Air Hits di Kuningan Ini Makin Jadi Favorit Keluarga

By RedaksiMaret 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Skema Kemitraan Dongkrak Program MBG, 24.000 SPPG Kini Beroperasi di Seluruh Indonesia

By RedaksiFebruari 24, 2026

Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum

By RedaksiMaret 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.