Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Regional

“Jangan Jadi Kuli di Tanah Sendiri!” BGN Dorong Petani Keramba Cirata Kembali Jadi Pemilik

RedaksiBy RedaksiFebruari 16, 2026

BICARA POLITIK – Dilansir dari news.republika.co.id (16/02/26), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta membantu mengembalikan nasib para pekerja keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata agar kembali menjadi pemilik usaha.

Saat mengunjungi salah satu rumah keramba milik Asep di tengah perairan Waduk Cirata, Nanik menyampaikan keprihatinannya karena banyak warga yang dulunya pemilik keramba kini hanya menjadi pekerja setelah usaha mereka dijual kepada pemodal.

“Waduk ini milik negara. Orang-orang yang sekarang hanya jadi pekerja harus bisa kembali menjadi pemilik,” ujar Nanik.

Bertani ikan di keramba bukan perkara mudah.

Modal awal yang dibutuhkan berkisar Rp20–30 juta setiap musim tanam, sebagian besar untuk pembelian pakan yang harganya tidak stabil.

Masa panen rata-rata berlangsung 3–6 bulan.

Asep mengungkapkan harga pakan yang tinggi dan harga jual ikan yang tidak sebanding membuat keuntungan semakin tipis.

Belum lagi faktor alam seperti upwelling atau pembalikan air saat pergantian musim, yang dapat mengangkat zat beracun dari dasar waduk dan menyebabkan kematian massal ikan.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mencatat, hingga pertengahan 2025 terdapat 86.437 unit keramba di Waduk Cirata, jauh melebihi daya dukung ideal sebanyak 21.792 unit.

Kepadatan ini turut memperparah risiko pencemaran dan kerugian.

Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin menjelaskan, banyak warga menjual keramba karena kerugian dan keterbatasan modal, lalu beralih menjadi pekerja di keramba yang dulunya mereka miliki.

Nanik kemudian mendorong agar para mantan pemilik keramba difasilitasi mendapatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank Himbara agar dapat bangkit kembali sebagai pengusaha perikanan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bisa berperan penting mendata dan memetakan mana warga yang siap kembali menjadi pemilik usaha.

BGN ikan jatiluhur keramba masyarakat mbg purwakarta sppg warga
Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

43 Tahun Desa Dangdeur dan Satu Tahun Pasar Sasagara, Warga Gelar Pesta Budaya dan Seni Galura Jomantara

September 27, 2026

Bupati Purwakarta Buka Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa Dies Natalis KAHMI ke-60

September 26, 2026

Dari Tradisi hingga Hiburan, Hajat Lembur Tegaldatar Pererat Kedekatan Bupati dengan Warga

September 25, 2026

Aktivitas Warga Cipetir Purwakarta Makin Lancar Jalan Sudah Mulus

September 25, 2026

Bupati Purwakarta Om Zein Kebut Pembangunan Jalan Hingga Gang Sempit

September 25, 2026

Jalan Cikadu Sukatani Rampung Diperbaiki, Om Zein Tegaskan Komitmen Benahi Infrastruktur Purwakarta

September 23, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Skema Kemitraan Dongkrak Program MBG, 24.000 SPPG Kini Beroperasi di Seluruh Indonesia

By RedaksiFebruari 24, 2026

Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum

By RedaksiMaret 16, 2026

BGN Apresiasi Persis sebagai Mitra Awal Program MBG, SPPG Garut Jadi Percontohan

By RedaksiFebruari 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.