Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Regional

Petani Utara Bekasi Mengadu, Plt Bupati Siapkan Strategi Hadapi Banjir dan Kekeringan

RedaksiBy RedaksiFebruari 10, 2026
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menerima audiensi petani wilayah utara untuk merumuskan langkah terpadu penanganan banjir, kekeringan, dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak siklus cuaca ekstrem.

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (10/02/26), Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menerima audiensi petani dari wilayah utara Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Cabangbungin dan Muaragembong, di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (9/2/2026).

Pertemuan ini difokuskan pada penanganan banjir, kekeringan, serta pemulihan lahan pertanian yang kerap terdampak perubahan musim.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Asep menegaskan bahwa persoalan pertanian tidak bisa ditangani secara parsial.

Menurutnya, petani di wilayah utara menghadapi siklus tahunan yang sama, yakni kekeringan saat kemarau dan banjir ketika musim hujan tiba.

“Musim panas kekeringan, musim hujan kebanjiran. Ini pekerjaan rumah kita bersama ke depan. Ada siklus lima tahunan di mana banjirnya sangat besar. Tapi kita tidak boleh diam, semuanya harus kita antisipasi,” ujar Asep.

Asep menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah mengawal penyelesaian pembangunan Bendung BSH 0 di wilayah Sukajaya, Cibitung, yang ditargetkan rampung pada awal Maret 2026.

Ia meminta agar progres proyek tersebut terus dipantau karena sempat terkendala cuaca ekstrem dan banjir.

“Targetnya awal Maret harus selesai. Saya minta perwakilan petani ikut mendampingi di lapangan supaya tahu langsung prosesnya. Kalau hujan terus, kita bisa saling pantau dan berkomunikasi,” tegasnya.

Menurut Asep, keterlibatan petani dalam pemantauan lapangan penting untuk mencegah miskomunikasi apabila terjadi perubahan jadwal atau kendala teknis akibat kondisi alam.

Ia juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan gagal tanam di sejumlah wilayah pertanian utara Kabupaten Bekasi.

Karena itu, Asep menekankan penanganan pascabanjir harus dilakukan secara cepat dan tepat agar petani bisa segera kembali menanam.

“Banyak yang gagal tanam karena banjir. Penanganannya jangan sampai terlambat atau tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang, Asep mengungkapkan rencana pengembangan sumur satelit tenaga surya sebagai alternatif pengairan di daerah rawan kekeringan.

Model ini akan diadaptasi dari daerah lain yang telah berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering.

“Kita belajar dari sumur satelit tenaga surya di Surabaya. Di lahan yang tandus saja bisa panen sampai tiga kali setahun. Ini bisa jadi solusi untuk wilayah yang sering kekeringan,” jelasnya.

Asep menegaskan sektor pertanian merupakan prioritas nasional sehingga perlu dipersiapkan sejak dini, termasuk melalui program pembelajaran langsung dan kunjungan studi bagi petani.

“Pertanian ini prioritas. Kita siapkan dari sekarang, bahkan bisa kita rencanakan belajar bersama petani ke daerah lain,” katanya.

Selain itu, ia meminta koordinasi lintas perangkat daerah diperkuat agar penanganan pertanian, banjir, sampah sungai, hingga infrastruktur tidak terhambat oleh persoalan komunikasi.

Asep juga menyoroti persoalan sampah sungai yang kerap menyumbat aliran air, terutama di titik-titik jembatan rendah.

Ia menginstruksikan agar seluruh sungai di Kabupaten Bekasi diidentifikasi untuk mengetahui titik rawan penyumbatan.

“Saya ingin semua sungai di setiap kecamatan didata. Biasanya di jembatan yang rendah, sampah menumpuk dan menyumbat aliran. Saya ingin tahu titik-titiknya,” tegasnya.

Menutup audiensi, Asep menegaskan komitmennya untuk mendorong kesejahteraan petani dan meminta masukan langsung agar kebijakan pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Saya minta masukannya supaya petani berjaya. Kalau petani makmur, negara akan jaya. Saya juga anak petani, jadi saya paham betul,” pungkasnya.***

Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

Agustus 31, 2026

Jalan Cimuntuk–Malangnengah Akhirnya Diperbaiki, Warga Nikmati Akses Lebih Nyaman

Juni 29, 2026

Dituding Tak Transparan, Kepala SPPG Sukatani 2 Buka Fakta Mengejutkan soal Program Makan Bergizi Gratis!

Juni 5, 2026

HMI dan Aliansi Mahasiswa serta Masyarakat Peduli Lingkungan Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tolak Pertambangan Ilegal dan Mafia Solar

Juni 5, 2026

Aduan Belum Juga Diselesaikan, Warga Perum Sindang Jaya Kembali Datangi Disperkim Purwakarta

Mei 22, 2026

Krisis Pendidikan dan Kesehatan Purwakarta: Rapor Merah Pemkab Jadi Alarm Serius

Mei 11, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Dituding Tak Transparan, Kepala SPPG Sukatani 2 Buka Fakta Mengejutkan soal Program Makan Bergizi Gratis!

By RedaksiJuni 5, 2026

IPM Jawa Barat Melejit! Tahun 2025 Tembus Target, Ini Rahasia di Baliknya

By RedaksiMaret 31, 2026

Susunan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta Periode 2026-2031 Resmi Ditetapkan

By RedaksiJuli 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.