Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Politik

Disdik Bandung Gaspol Tangani Mental Pelajar, Guru BK hingga Psikolog Dikerahkan

RedaksiBy RedaksiFebruari 9, 2026
Disdik Bandung perkuat kolaborasi lintas OPD tangani kesehatan mental pelajar. Guru BK dan psikolog disiapkan agar sekolah jadi ruang aman.

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (09/02/26), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani persoalan kesehatan mental sekaligus penguatan karakter peserta didik.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak usia dini, khususnya di jenjang TK, SD, hingga SMP.

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyampaikan bahwa upaya penguatan kesehatan mental siswa sebenarnya telah dimulai sejak 2025 melalui sejumlah program strategis.

Salah satunya adalah program penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan unsur TNI dan Polri.

“Program ini diluncurkan oleh Pak Wali Kota untuk membangun pola pikir positif anak-anak, menanamkan kemandirian, rasa tanggung jawab dan ketahanan mental agar mereka tidak mudah terprovokasi atau terintimidasi. Tahun lalu kami prioritaskan untuk siswa kelas 9 SMP yang memang berada di fase paling rentan,” kata Asep di Pendopo Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Disdik Kota Bandung berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Menurut Asep, kolaborasi ini penting karena persoalan kesehatan mental anak menyentuh banyak aspek sekaligus.

“Penanganan kesehatan mental tidak bisa berdiri sendiri. Harus kolaboratif, karena persoalan anak menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan anak hingga sosial,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat Disdik akan mengumpulkan seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Bandung untuk mendapatkan penguatan kapasitas.

Selain itu, Disdik juga akan menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk memberikan pelatihan serta pemetaan kompetensi guru BK.

“Nanti para guru BK akan dibekali keilmuan oleh para psikolog, supaya bisa lebih fokus mendeteksi perubahan perilaku, pola pikir dan potensi risiko pada anak-anak. Usia SMP ini masa yang sangat rentan, tergantung bagaimana kita mengarahkan dan mengisi pola pikir mereka,” ujarnya.

Selain penguatan peran guru BK, Disdik Kota Bandung juga menyiapkan tenaga psikolog untuk melakukan asesmen terhadap siswa yang terindikasi mengalami persoalan kesehatan mental.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penanganan lanjutan, mulai dari pendampingan intensif di sekolah hingga rujukan ke layanan yang sesuai.

“Kalau hasil asesmen masih memungkinkan anak tetap belajar di sekolah umum, maka guru BK akan mengawal secara khusus. Tapi jika kemampuan anak berada jauh di bawah rata-rata, tentu kami komunikasikan dengan orang tua dan mengoordinasikan kemungkinan rujukan ke sekolah berkebutuhan khusus seperti SLB,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dapodik, terdapat ribuan peserta didik berkategori disabilitas di Kota Bandung yang menjadi perhatian khusus Disdik.

Penanganan dilakukan baik di sekolah negeri maupun swasta dengan skema akomodasi sesuai regulasi yang berlaku.

Ke depan, kolaborasi dengan Dinkes juga akan diperluas hingga tingkat kewilayahan melalui puskesmas.

Anak-anak yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental akan ditangani secara bertahap di sekolah sebelum dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan jika dibutuhkan.

“Harapannya, sekolah bisa menjadi ruang aman bagi anak-anak. Bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat bertumbuh secara mental dan emosional,” pungkasnya.

jawa barat pelajar pendidikan
Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

Tanggulangi Aksi Kriminalitas, Bupati Purwakarta Om Zein Aktifkan Kembali Siskamling

Oktober 15, 2026

Sekda Purwakarta Buka Rakor Ekosistem Halal, UMKM Didorong Naik Kelas Jelang Wajib Halal 2026

Oktober 13, 2026

Sekda Purwakarta Hadiri Rapat Banggar DPRD, Pembahasan Pendapatan APBD 2027 Jadi Fokus

Oktober 12, 2026

Sekda Purwakarta Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Stabilitas Harga Jadi Perhatian

Oktober 12, 2026

Kanwil KemenHAM Jabar Cek Langsung Cikopo, Persyaratan Pendirian Gereja GKPS Disebut Terpenuhi

Oktober 9, 2026

HUT ke-81 TNI di Purwakarta, Sinergi Bersama Rakyat Jadi Kekuatan

Oktober 5, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Satu Tahun Lagoon Linggarjati! Wisata Air Hits di Kuningan Ini Makin Jadi Favorit Keluarga

By RedaksiMaret 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Skema Kemitraan Dongkrak Program MBG, 24.000 SPPG Kini Beroperasi di Seluruh Indonesia

By RedaksiFebruari 24, 2026

Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum

By RedaksiMaret 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.