Bupati Om Zein Resmikan SPPG Cikumpay 002, Tekankan MBG Dongkrak Gizi dan Ekonomi Lokal Purwakarta

BICARA POLITIK – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikumpay 002 sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, Om Zein menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara serius, terukur, dan berkualitas.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjalankan program tersebut secara asal-asalan karena menyangkut masa depan generasi muda sekaligus pembangunan daerah.
Menurutnya, MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis. Program ini dirancang untuk melahirkan generasi sehat dan bergizi, sekaligus membuka peluang kerja serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“MBG ini bukan hanya bagi-bagi makanan. Dari sini lahir anak-anak yang sehat dan bergizi, terbuka lapangan kerja, serta tumbuh ekonomi masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar serius dan berkualitas,” ujar Om Zein dikutip pada Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran SPPG Cikumpay 002 tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Rantai pasok program, mulai dari pengadaan bahan pangan hingga perekrutan tenaga kerja, diarahkan untuk melibatkan masyarakat sekitar.
“Belanja bahan dari warga setempat, pegawainya juga masyarakat sini. Uangnya berputar di Purwakarta. Itulah tujuan besar SPPG, bukan hanya soal gizi, tetapi juga kemandirian ekonomi,” katanya.
Om Zein menilai skema tersebut akan memberikan efek berganda. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak, SPPG diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memberdayakan petani dan pedagang lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan SPPG tetap sejalan dengan tujuan awal program MBG.
Jika pengadaan bahan dan tenaga kerja tidak melibatkan masyarakat lokal, manfaat ekonomi yang diharapkan tidak akan dirasakan daerah.
“Kalau belanjanya bukan dari sini dan pegawainya juga bukan warga sini, uang yang masuk hanya lewat lalu kembali lagi. Manfaatnya mungkin meningkatkan gizi, tetapi tidak berdampak pada ekonomi lokal. Itu yang harus kita hindari,” tegasnya.***












