Dituding Tak Transparan, Kepala SPPG Sukatani 2 Buka Fakta Mengejutkan soal Program Makan Bergizi Gratis!

BICARA POLITIK – Dilansir dari taktis.co (05/06/2026), Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Sukatani 2 belakangan menjadi perhatian publik terkait isu keterbukaan informasi.
Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang, Kepala SPPG Sukatani 2, Afni Indah, memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Afni menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat terhadap prinsip transparansi dan tidak pernah membatasi akses informasi bagi masyarakat maupun media yang ingin mengetahui pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, berbagai informasi penting mengenai MBG, seperti penggunaan anggaran, susunan menu, kandungan gizi, hingga standar pelayanan, selalu disampaikan secara terbuka kepada penerima manfaat maupun pihak yang membutuhkan informasi lebih lanjut.
Poster Nutrisi dan Estimasi Biaya Dipajang Terbuka
Sebagai bentuk nyata keterbukaan informasi publik, SPPG Sukatani 2 menyediakan berbagai sarana informasi yang mudah diakses.
Salah satunya dengan memasang poster menu harian yang memuat rincian kandungan gizi serta estimasi biaya makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Kami selalu berupaya menyampaikan informasi secara terbuka kepada penerima manfaat maupun pihak yang membutuhkan penjelasan. Informasi mengenai kandungan gizi dan estimasi biaya makanan juga telah kami sampaikan melalui media informasi yang tersedia,” ujar Afni Indah dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Afni juga menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Tegaskan Dukung Kebebasan Pers
Lebih lanjut, Afni membantah anggapan bahwa SPPG Sukatani 2 menghambat akses informasi atau menghalangi aktivitas jurnalistik.
Ia justru menilai media memiliki peran strategis dalam mengawasi sekaligus menyampaikan informasi program pemerintah kepada masyarakat.
“Kami menghormati peran media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, tidak pernah ada upaya untuk menutup akses informasi ataupun menghalangi kerja jurnalistik,” tegasnya.
Meski demikian, ia berharap setiap produk jurnalistik tetap mengedepankan prinsip-prinsip kode etik, terutama terkait keberimbangan informasi dan validasi data agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap setiap pemberitaan dapat disampaikan secara bijak, berimbang, dan berdasarkan fakta yang akurat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambah Afni.
Kritik Dijadikan Bahan Perbaikan
Afni menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik.
Sebaliknya, berbagai masukan, saran, maupun kritik dari masyarakat dipandang sebagai bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis.
Seluruh masukan yang diterima akan digunakan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan guna memastikan program berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Segala bentuk kritik, masukan, dan saran kami terima dengan terbuka sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Harapan kami, Program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh penerima manfaat dan masyarakat Indonesia,” pungkas Afni Indah, Kepala SPPG Sukatani 2.
Melalui penegasan tersebut, SPPG Sukatani 2 menyatakan kesiapannya untuk terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi guna mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.












