Survei Indikator: Kinerja Lingkungan Hidup Pemprov Jabar di Era Dedi Mulyadi Raih Apresiasi Publik

BICARA POLITIK – Upaya perbaikan lingkungan hidup menjadi salah satu prioritas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sejak awal masa kepemimpinannya. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada periode 30 Januari–8 Februari 2026 menunjukkan mayoritas warga puas terhadap kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
Pendiri dan peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menyebut sebanyak 65,7 persen responden menyatakan cukup puas terhadap kinerja Pemprov Jabar di sektor lingkungan.
Angka ini meningkat dibandingkan survei Mei 2024 yang berada di level 64,8 persen.
Sementara itu, tingkat kepuasan dalam kategori sangat puas mencapai 10,6 persen, naik 2,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Normalisasi Sungai dan Penertiban Tambang Ilegal
Salah satu program yang mendapat perhatian publik ialah normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir.
Berdasarkan temuan survei, 63,9 persen responden mengaku cukup puas terhadap program tersebut, sedangkan 34,3 persen menyatakan sangat puas.
Selain itu, langkah penutupan tambang ilegal juga menuai dukungan masyarakat.

Sebanyak 60,6 persen warga merasa cukup puas, dan 34,6 persen lainnya menyatakan sangat puas atas kebijakan tersebut.
Burhanuddin menilai angka kepuasan itu mencerminkan penerimaan publik terhadap langkah konkret pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola lingkungan.
Komitmen Jaga Keseimbangan
Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Ia menilai pembangunan yang tidak memperhatikan aspek ekologis berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun alam.
Pemprov Jabar pun berupaya memastikan setiap program pembangunan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang tanpa merusak lingkungan.***












