Zelensky Tolak Konsesi Wilayah, Bandingkan Perundingan dengan Perjanjian Munich 1938

BICARA POLITIK – Dilansir dari international.sindonews.com (16/02/26), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa perang dengan Rusia tidak bisa diakhiri dengan membagi wilayah negaranya.

Dalam pidato di Konferensi Keamanan Munich, ia membandingkan perundingan saat ini dengan Perjanjian Munich 1938, ketika kekuatan Eropa membiarkan Adolf Hitler mencaplok sebagian Cekoslowakia sebelum pecahnya Perang Dunia II.

Menurut Zelensky, mengorbankan wilayah Ukraina demi perdamaian akan menjadi ilusi berbahaya, sama seperti kesalahan sejarah yang terjadi menjelang perang besar di Eropa pada abad ke-20.

Rusia sebelumnya menuntut agar Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk serta mengakui klaim Moskow atas daerah-daerah yang telah diduduki.

Namun Kyiv menolak keras menyerahkan wilayah timurnya.

Zelensky menyatakan Ukraina melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang, termasuk menghadiri perundingan yang dimediasi Amerika Serikat.

Pekan depan, Rusia dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Jenewa setelah dua putaran negosiasi trilateral di Abu Dhabi.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan negara-negara Eropa dalam meja perundingan, sesuatu yang ditentang Rusia.

Menurutnya, jaminan keamanan yang kuat menjadi syarat mutlak untuk mencegah agresi di masa depan.

Tanpa terobosan diplomatik yang jelas, Zelensky mendesak sekutu Barat agar mengambil keputusan politik lebih cepat, mengingat perkembangan teknologi senjata—termasuk drone Shahed yang digunakan Rusia—semakin mematikan.

Terkait isu pemilu di Ukraina, Zelensky menyatakan pemilihan umum baru akan digelar setelah tercapai gencatan senjata dan jaminan keamanan yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup