Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Rp112 Miliar untuk Bangun 24 Sekolah Baru di Jabar, Target Tambah 5.000 Kursi Siswa di 2027

BICARA POLITIK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengalokasikan anggaran sekitar Rp112 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru di Jawa Barat.
Program ini menjadi bagian dari kelanjutan penguatan infrastruktur pendidikan yang telah dimulai pada 2025.
Pembangunan tersebut ditargetkan menambah daya tampung sekitar 5.000 siswa dan direncanakan mulai digunakan pada 2027.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membangun 12 unit sekolah dan gedung baru dengan total anggaran Rp102,5 miliar.
Pada tahap lanjutan, Pemprov Jabar kembali mengalokasikan Rp112,5 miliar untuk membangun 24 sekolah tambahan.
“Melalui pembangunan ini, kami berharap kapasitas layanan pendidikan meningkat, jarak tempuh peserta didik ke sekolah lebih dekat, serta tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar Purwanto.
Dari total 24 sekolah yang direncanakan, terdiri atas 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas pendidikan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Fokus pada Fasilitas dan Pemerataan
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat mengungkap rencana pembangunan hingga 50 unit gedung sekolah baru di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan saat pelantikan 641 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Oktober 2025.
Meski anggaran daerah mengalami penyesuaian, Dedi menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Anggaran Provinsi Jawa Barat berkurang, tetapi pembangunan justru kami tingkatkan. Yang kami tambah adalah kebutuhan sekolahnya, bukan belanja pegawainya,” tegas Dedi.
Menurutnya, kemajuan pendidikan sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk ruang kelas yang nyaman, jumlah toilet yang cukup, serta dukungan tenaga pendidik yang proporsional.
Selain pembangunan fisik, Dedi juga berencana melakukan rotasi dan promosi kepala sekolah berbasis domisili guna mendukung efektivitas manajemen pendidikan.
Ia turut mendorong kebiasaan hidup sehat di kalangan pelajar, termasuk berjalan kaki ke sekolah bagi siswa yang jaraknya dekat dengan tempat tinggal.
Dedi mengakui pembangunan sekolah baru sempat minim dalam beberapa tahun terakhir. Data 2020 bahkan menunjukkan tidak ada pembangunan sekolah baru di Jawa Barat.
“Ini bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat,” ujarnya.
Melalui penambahan sekolah baru dan pemerataan fasilitas pendidikan, Pemprov Jabar berharap akses dan mutu pendidikan di berbagai daerah semakin meningkat.***












