Diskominfo Jabar Pasang Badan! Media Massa Jangan Sampai Tumbang Digilas AI

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (12/02/2026), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan media massa di tengah derasnya arus bisnis teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menyampaikan bahwa media massa harus tetap eksis karena memiliki fungsi penting, terutama dalam menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Karakter media massa yang menjunjung tinggi akurasi dinilai berbeda dengan teknologi informasi berbasis AI.

Di saat siapa pun dapat menyebarkan berbagai informasi melalui media sosial, media massa tetap berpegang pada prinsip verifikasi yang ketat.

Karena itu, media massa tidak boleh hilang tergerus perkembangan teknologi berbasis AI.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Diskominfo Jabar menyalurkan belanja iklan kepada media massa, baik media daerah maupun nasional.

“Kami ingin media massa terus sehat dan profesional untuk masyarakat,” ujar Adi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026).

Hingga kini, Diskominfo Jawa Barat belum menjalin kerja sama langsung dengan perusahaan teknologi berbasis AI seperti Meta, Google, atau TikTok.

Penayangan iklan di media sosial pun tetap dilakukan melalui perusahaan media massa, bukan langsung ke perusahaan teknologi tersebut.

Adi menilai media massa memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap menjadi pilihan dalam beriklan.

Selain akurat, penyampaian informasi oleh media juga dilakukan secara mendalam sehingga mampu memberikan edukasi kepada publik.

Langkah Diskominfo Jabar ini sejalan dengan imbauan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang meminta pemerintah turut mengintervensi demi menciptakan keadilan dalam pembagian belanja iklan antara media massa dan media sosial.

Saat ini, kompetisi antara perusahaan media massa dan perusahaan teknologi informasi semakin ketat.

Banyak pengiklan beralih ke platform teknologi karena berbagai kelebihannya, yang berdampak pada menurunnya pendapatan media massa.

“Kami mengharapkan campur tangan pemerintah agar terjadi keadilan iklan, agar tidak tersedot mayoritas kepada media sosial tapi juga ikut mempertahankan tegaknya sumbernya pers,” kata Komaruddin dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).

Menurut Komaruddin, keberadaan media massa tetap krusial di tengah maraknya disinformasi.

Pers akan selalu menjadi penuntun masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup