Survei Indikator: Kepercayaan Warga Jakarta terhadap Partai Politik Terendah Secara Nasional

BICARA POLITIK – Kepercayaan masyarakat Jakarta terhadap partai politik tercatat paling rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini terungkap dalam survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia.
Survei tersebut dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Tanah Air.
Jakarta Paling Rendah
Dalam hasil survei, hanya 15,3 persen responden di Jakarta yang menyatakan percaya terhadap partai politik. Sebaliknya, 81,6 persen mengaku tidak percaya, sementara sisanya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Persentase tersebut menempatkan Jakarta sebagai wilayah dengan tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik paling rendah secara nasional.
Adapun proporsi responden dari Jakarta dalam survei ini sebesar 4,1 persen dari total sampel.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai angka tersebut menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
“Partai politik mengenaskan sekali ini ya. Warga Jakarta yang percaya terhadap partai politik cuma 13,5 persen,” ujar Burhanuddin dalam pemaparan hasil survei yang disiarkan melalui kanal YouTube @IndikatorPolitikIndonesia, dikutip Senin (9/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa respons warga Jakarta terhadap partai politik terlihat sangat keras dibandingkan daerah lain.
Perbandingan dengan Wilayah Lain
Sementara itu, tingkat kepercayaan publik di sejumlah wilayah lain relatif lebih tinggi, meski secara umum masih tergolong moderat.
Di Sumatra, tingkat kepercayaan terhadap partai politik mencapai 63,0 persen, sedangkan 30,5 persen responden menyatakan tidak percaya.
Wilayah Banten mencatat 51,1 persen responden percaya dan 48,9 persen tidak percaya. Di Jawa Barat, sebanyak 53,5 persen responden menyatakan percaya, sementara 43,5 persen menyatakan sebaliknya.
Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat tingkat kepercayaan sebesar 55,7 persen, sedangkan Jawa Timur berada di angka 59,9 persen.
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat kepercayaan publik sebesar 59,9 persen dengan tingkat ketidakpercayaan 26,1 persen.
Kalimantan menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kepercayaan tertinggi, yakni 67,9 persen, sementara 32,1 persen responden menyatakan tidak percaya.
Di Sulawesi, tingkat kepercayaan mencapai 65,1 persen. Adapun Maluku dan Papua mencatat angka tertinggi secara nasional, yakni 71,3 persen.
Metodologi Survei
Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yaitu berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei berlangsung.
Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dengan asumsi simple random sampling, jumlah sampel 1.220 responden memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Proses quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel melalui spot check oleh supervisor. Hasil pengecekan tidak menemukan kesalahan yang berarti.
Jika Anda ingin, saya juga bisa membuatkan versi yang lebih “tajam” dengan angle krisis kepercayaan partai politik menjelang momentum politik tertentu agar lebih kuat secara SEO dan klik.***
Sumber : Tribun Jakarta












