Hangat & Penuh Harmoni! Imlek 2577 di Pendopo Bandung Jadi Simbol Persatuan Lintas Iman

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (11/02/26), Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Pendopo Kota Bandung saat Pemerintah Kota Bandung menggelar silaturahmi tokoh agama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Kota Bandung tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama sekaligus perayaan keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Bandung.
Wakil Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia, Fam Kiun Fat, mengajak hadirin memahami makna Imlek dari perspektif sejarah dan spiritual umat Konghucu.
Ia menjelaskan, penanggalan Kongzili berakar dari ajaran Nabi Kongzi yang lahir pada 551 sebelum Masehi, dengan sistem kalender yang mengikuti peredaran bulan dan musim.
Menurutnya, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum keagamaan yang sarat nilai refleksi dan pembaruan diri.
Ia juga mengapresiasi semakin terbukanya pengakuan hak-hak umat Konghucu di Indonesia serta komitmen Kota Bandung dalam merawat toleransi.
“Keberagaman adalah kekuatan. Imlek mengajarkan kita untuk memulai tahun baru dengan semangat kebajikan dan persaudaraan,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).
Fam Kiun Fat turut mengundang masyarakat untuk menikmati perayaan malam Imlek di kawasan Cibadak dan klenteng sebagai wisata religi dan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjadikan Bandung sebagai kota inklusif dan toleran.
Sejak akhir 2024, Pendopo rutin menjadi ruang doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan.
“Kota Bandung adalah rumah bagi semua. Kerukunan bukan hanya slogan, tetapi fondasi kehidupan sosial kita,” kata Farhan.
Ia juga menyampaikan rencana dukungan operasional bagi rumah ibadah lintas agama sebagai bentuk penguatan kehidupan beragama yang setara dan harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan mengaitkan nilai toleransi dengan kerja kolektif menyelesaikan persoalan kota, khususnya pengelolaan sampah.
Menurutnya, persoalan lingkungan hanya dapat diatasi melalui partisipasi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.
“Sampah adalah masalah bersama. Penyelesaiannya pun harus bersama-sama. Toleransi bukan hanya soal keyakinan, tapi kerja nyata untuk masa depan kota,” ucapnya.
Saat ini, Pemkot Bandung menjalankan program pemilahan sampah berbasis wilayah hingga pengembangan kawasan zero waste sebagai bagian dari transformasi lingkungan kota.
Perayaan Imlek tahun ini mengusung semangat nasional Harmoni Imlek Nusantara, yang mendorong ekspresi budaya dan kreativitas.
Bandung sebagai kota kreatif didorong menjadikan Imlek sebagai ruang kolaborasi seni, busana, dan budaya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis dari perwakilan komunitas Konghucu kepada Pemerintah Kota Bandung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dilanjutkan foto bersama sebagai simbol persatuan lintas iman.












