Publik Makin Kritis, Waketum PKB Cucun Minta Kader Jaga Integritas dan Kepercayaan Rakyat

BICARA POLITIK – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal mengingatkan para kader agar menjaga etika dan integritas di tengah meningkatnya sikap kritis masyarakat terhadap elite politik.
Menurutnya, kesalahan kecil seorang politisi dapat berdampak luas terhadap citra partai secara keseluruhan.
Cucun menilai, tingkat sensitivitas publik saat ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Sorotan terhadap perilaku elite politik kerap berujung pada penilaian negatif yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
“Rakyat hari ini sangat sensitif terhadap perilaku elite politik. Satu kesalahan kecil saja bisa menimbulkan pandangan buruk terhadap seluruh partai. Karena itu, kader PKB harus menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kerja nyata,” ujar Cucun saat menghadiri pengukuhan pengurus DPW PKB DIY, dikutip bicarapolitik.id dari rejogja.republika.co.id Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar agar seluruh kader mampu merawat kepercayaan publik.
Ia mengibaratkan kepercayaan rakyat seperti kaca yang rapuh—sekali retak, sulit kembali seperti semula.
Cucun menegaskan, pengukuhan DPW PKB DIY bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah politik partai ke depan.
Ia menyebut PKB harus memilih menjadi partai yang menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar pemain biasa dalam kontestasi politik.
Menurutnya, kader PKB harus aktif di tengah masyarakat dan mampu memberikan jawaban atas persoalan ekonomi, keadilan sosial, serta persatuan bangsa.
Politik, kata dia, tidak boleh berjalan biasa-biasa saja di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ia menyinggung kondisi dunia yang diwarnai gejolak ekonomi, konflik di berbagai kawasan, hingga dampak perubahan iklim.
Dalam situasi tersebut, stabilitas Indonesia patut disyukuri, namun masyarakat menginginkan lebih dari sekadar stabilitas—yakni kepastian dan keadilan.
“PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu. PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, menggerakkan perubahan, dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.
Cucun juga menekankan pentingnya transformasi kader dari sekadar politisi menjadi pemimpin dan negarawan.
Kader dituntut berpikir jangka panjang untuk masa depan bangsa, meski langkah tersebut tidak selalu menguntungkan secara politik.
“Visi kita harus jauh ke depan, melampaui momentum pemilu. Tetapi langkah di lapangan harus konkret, terukur, dan menyentuh kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemenangan partai tidak hanya ditentukan oleh elite di pusat, melainkan oleh struktur organisasi yang hidup hingga tingkat akar rumput.
Karena itu, manajemen partai harus rapi, disiplin, dan memiliki program kerja yang jelas.
Sementara itu, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyatakan pihaknya akan fokus memperkuat struktur, kaderisasi, serta strategi pemenangan Pemilu 2029.
Ia menargetkan perluasan basis dukungan, termasuk kepada pemilih perempuan dan generasi muda.
“Struktur partai harus hidup, kader harus hadir melayani, dan seluruh energi diarahkan untuk memenangkan kepercayaan rakyat,” ujar Umaruddin.***












