Dunia Terbelah! China, Rusia, dan Iran Kecam Keras Serangan AS ke Venezuela, Sekutu Trump Justru Mendukung

Dunia Terbelah! China, Rusia, dan Iran Kecam Keras Serangan AS ke Venezuela, Sekutu Trump Justru Mendukung

BICARA POLITIK – Dilansir dari tribunnews.com (04/01/26), Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan respons atas serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Dalam operasi militer tersebut, AS turut menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Maduro beserta istrinya.

Menurut Beijing, tindakan yang dilakukan AS secara jelas melanggar hukum internasional, norma dasar hubungan antarnegara, serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Warga Aceh Bahu-Membahu Bantu Mobil PLN Terjebak Lumpur, Ini Update Jalur Rawan Pascabencana 

China juga meminta Amerika Serikat menghentikan upaya penggulingan pemerintahan Venezuela dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog serta negosiasi.

“Tiongkok sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekerasan oleh AS terhadap negara berdaulat dan penggunaan kekerasan terhadap presiden suatu negara,” kata Kementerian Luar Negeri China, dikutip dari NHK pada Minggu (4/1/2026).

Pernyataan senada turut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pemerintah Moskow mengecam keras agresi bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela dan menilai alasan penyerangan tersebut tidak masuk akal.

Baca Juga: Banjir Susulan Hantam Sumbar, Maninjau Kembali Longsor hingga Warga Kuranji Panik Minta Tolong 

Iran, yang selama ini dikenal sebagai rival utama AS di kawasan Timur Tengah, juga mengutuk serangan ke Venezuela dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional.

Sementara itu, sejumlah pemimpin dunia yang berada di pihak Amerika Serikat justru menyampaikan dukungan terhadap langkah Presiden AS Donald Trump.

Tokoh-tokoh tersebut di antaranya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha.

Adapun Inggris dan Uni Eropa memilih menyampaikan sikap yang masih samar dengan menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup