Darurat Sampah Nasional, Bupati Ciamis Pimpin Korve Massal hingga Desa

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (10/02/26), Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin apel pagi dan kegiatan kebersihan massal (korve) secara serentak se-Kabupaten Ciamis yang dipusatkan di Stadion Galuh, Kamis (6/2/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai respons cepat atas kondisi darurat sampah nasional serta upaya menjaga kebersihan lingkungan hingga ke tingkat desa.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri, pegawai BUMN dan BUMD, hingga perangkat desa di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
Dalam arahannya, Herdiat menegaskan bahwa korve massal merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia terkait persoalan sampah yang berdampak langsung pada citra daerah dan sektor pariwisata nasional.
Herdiat juga menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Nasional di Sentul pada 2 Februari 2026, yang membahas potensi sanksi bagi daerah yang dinilai tidak serius dalam menangani permasalahan sampah.
“Presiden menyampaikan akan memberikan sanksi kepada daerah yang kotor. Bahkan, di beberapa daerah, ada kepala dinas yang sudah divonis penjara karena lalai dalam penanganan sampah,” tegas Herdiat.
Ia mengungkapkan bahwa Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan senyap ke Kabupaten Ciamis pada 1 Februari 2026 untuk mengecek langsung kondisi lapangan tanpa pemberitahuan resmi.
Kunjungan tersebut dilakukan dengan blusukan ke sejumlah titik, mewawancarai warga, serta memeriksa pengelolaan bank sampah.
“Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Pak Menteri menyampaikan bahwa Ciamis masih yang terbaik dan angkanya tertinggi,” ungkap Herdiat.
Meski demikian, Herdiat menekankan bahwa evaluasi tetap diperlukan.
Ia mengakui masih ditemukan perilaku masyarakat seperti membuang sampah ke sungai dan membakar sampah yang justru mencemari lingkungan.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama agar kebersihan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada penilaian atau pengawasan.
Herdiat juga menyoroti keterbatasan infrastruktur strategis di Kabupaten Ciamis, seperti belum adanya bandara, pelabuhan, dan jalan tol.
Karena itu, kebersihan dinilai harus menjadi kekuatan utama dan identitas daerah.
“Kita angkat saja Ciamis sebagai daerah yang bersih, dengan kebersamaan, kolaborasi, dan peran serta masyarakat yang terus kita tingkatkan,” tambahnya.
Korve serentak tersebut difokuskan pada pembersihan sedimentasi drainase, gulma, serta sampah plastik di berbagai titik lingkungan.
Herdiat juga menginstruksikan aparat pemerintahan untuk memberi teladan dengan turun langsung membersihkan pasar dan terminal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.***












