Desa Gunung Putri Disulap Jadi Prototipe Desa Masa Depan, Bupati Bogor Turun Tangan Langsung

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (10/02/26), Bupati Bogor Rudy Susmanto menetapkan Desa Gunung Putri sebagai desa percontohan pembangunan terpadu pada tahun 2026.

Penetapan ini dilakukan melalui intervensi lintas perangkat daerah guna mempercepat pembangunan infrastruktur, penerangan, kepastian hukum lahan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran perangkat daerah dan Pemerintah Desa Gunung Putri di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor.

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait, Camat Gunung Putri, dan Kepala Desa Gunung Putri.

Rudy menegaskan, pembangunan desa harus melampaui simbol dan penghargaan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Desa Gunung Putri dinilai layak menjadi prototipe setelah meraih Juara Ketiga pada ajang Gapura Seribu Padjadjaran tingkat Provinsi Jawa Barat.

Prestasi tersebut disebut membawa nama baik Kabupaten Bogor di antara ratusan desa dan kelurahan lainnya.

“Bukan soal peringkat, tetapi Desa Gunung Putri sudah mewakili dan mengharumkan nama Kabupaten Bogor. Karena itu, wajah desanya harus benar-benar berubah,” tegas Rudy.

Ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menata serta memperbaiki infrastruktur jalan, sekaligus memetakan kewenangan penanganan jalan lingkungan dan saluran irigasi.

Pengelolaan sumber daya air, khususnya Setu Gunung Putri, juga diminta segera ditangani agar memberi manfaat optimal bagi warga.

Di bidang agraria, Rudy mendorong percepatan legalitas lahan melalui program redistribusi tanah agar masyarakat memperoleh kepastian hukum kepemilikan.

Ia menekankan agar tidak ada lagi proses yang berlarut tanpa kejelasan waktu.

Sektor perhubungan turut menjadi perhatian dengan instruksi pemasangan Penerangan Jalan Umum agar wilayah Gunung Putri lebih aman dan terang pada malam hari.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diminta mengkaji pengadaan kapal wisata di Setu Gunung Putri yang dapat berfungsi ganda, baik untuk mitigasi bencana maupun penguatan ekonomi lokal.

Dinas Lingkungan Hidup diarahkan melakukan penghijauan kawasan melalui program pembagian bibit buah kepada warga.

Program ini ditargetkan mampu mengubah citra kawasan industri dan mendorong Gunung Putri berkembang menjadi sentra buah dalam satu hingga dua tahun.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta mendorong transformasi kantor desa menuju layanan digital agar pelayanan publik lebih cepat, efektif, dan transparan.

Penguatan identitas wilayah juga menjadi perhatian, khususnya di Exit Tol Gunung Putri yang ditargetkan menjadi penanda gerbang Kabupaten Bogor sekaligus sarana promosi desa wisata.

“Begitu keluar dari Exit Tol Gunung Putri, orang harus langsung tahu bahwa mereka memasuki Kabupaten Bogor, bahkan Desa Wisata Gunung Putri,” ujar Rudy.

Ia menargetkan seluruh perangkat daerah bersama pemerintah desa bergerak serentak setelah Hari Raya Idul Fitri, sehingga pembangunan Gunung Putri dapat menjadi model yang direplikasi di desa-desa lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup