Farhan Blak-blakan Soal Seni Bandung: Bukan Gedungnya yang Kurang, Tapi Pertunjukannya!

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (09/02/26), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya penguatan ekosistem seni pertunjukan sebagai bagian dari pengembangan sektor hiburan dan pariwisata Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pementasan cerita rakyat Lutung Kasarung yang diproduksi oleh Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company, Sabtu (7/2/2026).
EKI Dance Company merupakan kelompok seni yang telah berkarya lebih dari 30 tahun di Indonesia dan dinilai Farhan berhasil bertransformasi mengikuti selera zaman tanpa meninggalkan nilai artistik.
Ia mengapresiasi pendekatan baru EKI yang kini lebih populer dan mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda.
Farhan mengungkapkan pengalamannya yang pernah terlibat dalam produksi EKI sekitar dua dekade lalu.
Menurutnya, perubahan pendekatan artistik yang dilakukan kelompok tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
“Dulu mereka membuat musikal dengan pendekatan yang cukup serius. Sekarang berkembang jadi lebih ngepop, lebih dekat dengan publik. Pendekatan ke penontonnya kuat, dan ini menurut saya perkembangan yang bagus banget,” kata Farhan, di Serhaya Hall gedung Pos Indonesia, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia juga menyinggung kunjungan EKI ke Balai Kota Bandung beberapa bulan lalu untuk menyampaikan rencana pementasan yang ternyata mendapat respons luar biasa dari publik.
“Saya senang banget waktu tahu pertunjukannya sold out. Kita support penuh bahkan ada beberapa insentif yang kita berikan,” ujarnya.
Terkait anggapan minimnya gedung pertunjukan di Kota Bandung, Farhan menilai persoalan utama justru terletak pada kurangnya jumlah dan keberlanjutan pertunjukan seni yang digelar.
“Saya rasa sekarang kita mulai sadar, yang kurang itu bukan gedung pertunjukannya tapi pertunjukannya. Itu yang harus kita dorong terus. Tantangannya memang price sensitivity di Bandung tinggi, jadi harga tiket nggak bisa mahal-mahal. Solusinya ya perbanyak pertunjukan supaya ekosistemnya hidup,” tegasnya.
Mengenai pementasan Lutung Kasarung, Farhan menilai pengemasan legenda besar Jawa Barat dalam format pertunjukan modern merupakan langkah strategis untuk mendekatkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Lutung Kasarung itu legenda besar di Jawa Barat. Pendekatan budaya populer bikin anak-anak muda bahkan anak kecil bisa lebih dekat. Karya budaya yang berakar tradisional harus bisa bertransformasi mengikuti zamannya termasuk menggunakan bahasa dan jargon yang dipakai anak muda sekarang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Farhan menekankan seni pertunjukan memiliki kontribusi langsung terhadap sektor pariwisata Kota Bandung.
Ia menyebut perekonomian kota sangat bergantung pada ekosistem hiburan dan wisata yang saling terintegrasi.
“Dalam pariwisata itu ada tiga hal, ada yang bisa dilihat, ada yang bisa dikerjakan dan ada yang bisa dibeli. Tiga-tiganya harus lengkap dan saling mendukung dalam satu ekosistem yang sehat. Ini harus dibangun jangka panjang, bukan instan,” pungkasnya.












