Rusia Kecam Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS, Siap Kirim Rudal ke Caracas

 

BICARA POLITIK – Dilansir dari tribunnews.com (04/01/26), Pemerintah Rusia bereaksi keras atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026).

Melalui Kementerian Luar Negeri di Moskow, Rusia mendesak otoritas AS untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dipaksa keluar dari negara itu selama aksi agresif Amerika Serikat hari ini. Kami menyerukan klarifikasi segera atas situasi ini,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia mengecam keras penangkapan tersebut dan menilai perintah Presiden AS Donald Trump sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional.

Baca Juga: Teror Tengah Malam ke Rumah Sherly Annavita Terungkap, Telur Busuk hingga Identitas Keluarga Dikirim

“Tindakan semacam itu, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka, yang penghormatannya merupakan prinsip fundamental hukum internasional,” lanjut pernyataan itu.

Moskow juga menegaskan posisinya sebagai negara yang selama ini mendukung Venezuela, termasuk ketika AS sebelumnya menyerukan invasi ke negara Amerika Latin tersebut.

Rusia menyatakan siap bertindak sesuai dengan seluruh kesepakatan kerja sama yang telah disepakati bersama Venezuela.

Bahkan, Moskow mengaku siap mengirimkan rudal balistik jarak menengah Oreshnik ke Venezuela untuk menghadapi kehadiran kapal perang AS di kawasan tersebut.

Baca Juga: Terisolir Lebih dari Sebulan, Warga Aceh Tengah Bertaruh Nyawa Menyebrangi Danau Demi Selamat

Diketahui, penangkapan Nicolás Maduro didahului operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat.

Serangan tersebut menyasar ibu kota Caracas serta sejumlah wilayah lain, termasuk negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Amerika Serikat menuduh Maduro bekerja sama dengan geng dan kartel narkoba yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris internasional dengan jaringan distribusi hingga ke wilayah Amerika.

Dalam operasi tersebut, Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan elit AS.

Keduanya kemudian dibawa menggunakan kapal perang USS Iwo Jima.

Pemerintah AS menyatakan Nicolás Maduro dan Cilia Flores akan menjalani proses peradilan di New York, Amerika Serikat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup